;

KOLABORASI MENGEJAR TRANSISI ENERGI DI JAWA TIMUR

27 Oct 2023 Kompas
KOLABORASI MENGEJAR TRANSISI ENERGI
DI JAWA TIMUR

Transisi energi di Jatim terus dimasifkan melalui kolaborasi berbagai kalangan. Dari rumah tangga, dunia industri, instansi pemerintah daerah, pondok pesantren, hingga pengelola tempat ibadah, diajak ”berlari” demi meraih target energy bersih. Pemprov Jatim menyalurkan bantuan sekaligus meresmikan 20 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap pada Selasa (24/10). Pembangkit dibangun pada 17 pondok pesantren (ponpes), Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, dan dua lokasi unit pelaksana teknis pelabuhan perikanan. Ponpes yang menerima bantuan antara lain Ponpes Islam At Tauhid ASPI2 Surabaya dengan kapasitas pembangkit 5.000 watt peak (WP), Ponpes Bumi Shalawat Progresif Sidoarjo 10.000 WP, Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo 10.000 WP, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo 10.000 WP, dan Ponpes Al Qodiri Jember 10.000 WP.

PLTS atap juga dipasang pada Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dengan kapasitas 13.200 WP. Adapun untuk pelabuhan ikan yang menerima bantuan tahun ini adalah UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar Banyuwangi dengan kapasitas 25.000 WP dan UPT Pelabuhan Perikanan Pantau Pondokdadap Kabupaten Malang 25.000 WP. Sebelum meresmikan PLTS atap, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin konvoi motor listrik dari Gedung Negara Grahadi menuju Masjid Al Akbar, diikuti 1.588 peserta di Surbaya dan 12 kabupaten dan kota di Jatim. Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan PLTS atap dan Gebyar Konvoi Motor Listrik menjadi bagian penting dari proses transformasi energy fosil ke nonfosil,terutama tenaga surya, angin, danpanas bumi. Menurut dia, di ”Bumi Majapahit” ini ketiga jenis energi berlimpah itu yang berpotensi dikelola sebagai energi bersih. ”Bantuan PLTS atap ini bagian dari kita mencicil proses transformasi dari penggunaan energi fosil ke nonfosil. Sebab,energi fosil ini ke depan akan habis,” ujar Khofifah. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :