;

KENDARAAN LISTRIK, Publik Pertanyakan Efektivitas Program

06 Sep 2023 Kompas
KENDARAAN LISTRIK, Publik Pertanyakan Efektivitas Program

Berdasarkan studi Center of Economic and Law Studies atau Celios tentang program kendaraan listrik di Indonesia, sebagian publik masih mempertanyakan efektivitas program ini. Selain belum mampu mengatasi kemacetan, kendaraan listrik tak optimal mengurangi emisi selama sumber energi primernya adalah pembangkit listrik tenaga uap yang membakar batubara. Dalam penelitian Celios (media monitoring) pada periode 1 November 2022 sampai 1 Mei 2023, ditemukan bahwa mayoritas berita daring memberitakan tentang perubahan iklim dan subsidi kendaraan listrik. Dari 2.271 berita yang dipublikasikan lima portal media daring, isu yang paling banyak diangkat adalah tentang mobil listrik dan kendaraan listrik yang masing-masing porsinya 24 % dan 22 %.

”Yang menjadi perbincangan (di media daring dan media sosial), sebagian masyarakat masih skeptis. Misalnya, buat apa beli mobil listrik jika menambah kemacetan,” ujar Direktur Celios Bhima Yudhistira dalam diskusi publik ”Menuju Transisi Energi: Pesan Rakyat untuk Presiden Masa Depan” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (5/9). Selain itu, imbuh Bhima, masyarakat mempertanyakan stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik yang masih bersumber dari batubara. Ada pula laporan sejumlah lembaga swadaya masyarakat terkait praktik kotor proses pengolahan nikel (bahan baku baterai kendaraan listrik) yang ternyata berdampak buruk bagi lingkungan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :