;

Energi Terbarukan Jadi Tumpuan

22 Nov 2022 Kompas
Energi Terbarukan
Jadi Tumpuan

Terus bertambahnya penduduk dan konsistensi pertumbuhan ekonomi meningkatkan kebutuhan energi dunia. Seiring komitmen negara-negara menekan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan jadi keharusan. Pilihan jenis energi terbarukan mesti sesuai ketersediaan dan kebutuhan tiap negara. Indonesia termasuk kelompok negara dengan ekonomi terbesar dunia atau G20. Dengan pendapatan per kapita per tahun hanya 4.000 USD atau Rp 60 juta dengan kurs Rp 15.000 per USD, Indonesia masih masuk kelompok negara berpendapatan menengah bersama India. Agar keluar dari jebakan ne gara berpendapatan menengah, Indonesia harus memacu pertumbuhan ekonomi demi meningkatkan pendapatan per kapita minimal 12.000 USD AS atau Rp 180 juta per tahun pada 2045. Upaya itu hanya bisa dilakukan dengan mendorong tumbuhnya industri berbasis inovasi. Industri besar membutuhkan pasokan energi kuat, andal, dan stabil. Selama ini industri berpegang pada pasokan energi fosil, khususnya batu-bara yang tak ramah lingkungan. Seiring turunnya cadangan energi fosil, ketergantungan terhadap energi fosil harus dikurangi dan penggunaan energi terbarukan perlu didorong. ”Batubara tetap dipakai di masa depan, tetapi pemakaiannya lebih bersih, seperti penggunaan batubara cair,” kata anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional, Agus Puji Prasetyono, Senin (21/11).

Saat penduduk dunia 8 miliar jiwa pada 15 November 2022, penduduk Indonesia per 2022 mencapai 275 juta orang. Sebagian besar penduduk berusia produktif sehingga kebutuhan energi mereka pun besar. Nyatanya, konsumsi energi masyarakat Indonesia pada 2020 baru 1,1 megawatt per jam (MWH) per kapita per tahun. Dibandingkan dengan negara-negara maju, konsumsi energi masyarakat amat rendah. Jika pendapatan warga naik tiga kali pada 100 tahun Indonesia merdeka, kebutuhan energi diprediksi naik tiga kali sebesar 3 MWH. Dengan asumsi tingkat fertilitas stabil 2,1 anak per perempuan usia subur sejak 2020, jumlah penduduk Indonesia pada 2045 ditaksir 319 juta jiwa. Besarnya kebutuhan energi itu, menurut Kepala Pusat Penelitian Energi Berkelanjutan ITS yang juga Guru Besar Teknik Kimia ITS Tri Widjaja, membuat semua potensi energi terbarukan perlu dimanfaatkan optimal. Pemerintah perlu menjamin kebutuhan energi warga sesuai karakter dan potensi di wilayahnya. Bagi warga di area terpencil, terdepan, dan terluar, penggunaan energi surya bisa dioptimalkan. Namun, ini butuh kesiapan warga agar bisa merawat panel surya dan  baterai penyimpan daya. Bantuan panel surya pemerintah kerap sia-sia karena baterai hilang atau rusak. Kini, sejumlah rumah di kota memasang panel surya demi mengurangi pasokan listrik PLN. Untuk masyarakat perdesaan, pemanfaatan biogas dan biomassa perlu didorong untuk memasak dan sebagian dikonversi menjadi energi listrik dan panas. (Yoga)


Tags :
#
Download Aplikasi Labirin :