;

KCIC Proyeksikan KCJB Sumbang Penerimaan Negara Rp 11,1 Triliun

11 Nov 2022 Investor Daily
KCIC Proyeksikan KCJB  Sumbang Penerimaan  Negara Rp 11,1 Triliun

Dirut PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi memproyeksikan proyek kereta cepat Jakarta- Bandung (KCJB) akan menyumbang penerimaan negara hingga Rp 11,1 triliun sampai menjelang dioperasikan proyek itu pada Juni 2023 mendatang. “Estimasi kami proyek KCJB ke penerimaan negara baik itu pajak maupun PNBP (penerimaan negara bukan pajak) nantinya sekitar Rp 11,1 triliun,” kata Dwiyana dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (9/11). Dwiyana mengatakan, sejak pertama dimulai, proyek KCJB sudah berkontribusi kepada penerimaan negara yang realisasinya mencapai Rp 6,7 triliun sampai September 2022 dan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Kontribusi yang sudah terealisasi itu terdiri dari setoran kewajiban pajak (PPN, PPh, BPHTB, dan PBB) sebesar Rp 5,1 triliun, lalu pembayaran sewa halim untuk lahan halim sebesar Rp 1,16 triliun, dan pembayaran sewa BMN untuk lahan rumija sebesar Rp 436,8 miliar. “Kontribusi itu cukup besar meski proyek belum selesai,” tandas Dwiyana. Di sisi lain, menurut dia, proyek KCJB baru akan mencetak untung 38 tahun sejak beroperasi pada Juni 2023 atau pada Juni 2061. Perhitungan ini merupakan hitungan oleh konsultan financial model dalam FS (feasible study) terakhir. “Perhitungan keuntungan itu juga sudah termasuk tarif tertinggi Rp 250.000 selama 3 tahun,” katanya. Namun, Dwiyana menegaskan keuntungan di 2061 tersebut tidak termasuk pengelolaan lahan sekitar untuk Transit Oriented Development (TOD). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :