;

Wijaya Karya Eksekusi Proyek Pengembangan Bandara Hang Nadim Rp 2 T

04 Nov 2022 Investor Daily
Wijaya Karya Eksekusi Proyek Pengembangan Bandara Hang Nadim Rp 2 T

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan memulai proyek pengembangan Bandara Internasional Batam (BIB) senilai Rp 2,18 triliun setelah PT Bandara Internasional Batam (BIB) resmi menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang menunjuk perseroan sebagai kontraktor pelaksana. Selain sebagai kontraktor, WIKA juga menjadi pemegang saham BIB dengan kepemilikan 19%. Dirut WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan bahwa keterlibatan perseroan sebagai investor sekaligus kontraktor pelaksana pada pengembangan BIB Batam menjadi langkah maju dalam memperkuat bisnis perseroan di sektor kontruksi kebandarudaraan. Karena itu, Agung mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada perseroan untuk menjadi Kontraktor Pelaksana Proyek Pengembangan Bandara Hang Nadim. “Berbekal pengalaman panjang dan portofolio di bidang konstruksi bandar udara baik di dalam negeri maupun luar negeri, kami siap menjawab kepercayaan tersebut dengan menyelesaikan proyek pengembangan BIB Batam sesuai target mutu dan waktu yang disepakati bersama,” ungkap Agung dalam keterangan resmi, Kamis (3/11).

Rencananya, kata Agung, pengembangan Bandar Udara Internasional ini akan meliputi lingkup Pemugaran Terminal I, Pembangunan Terminal II, Perluasan Apron, dan pengembangan beberapa fasilitas airside dan lanslide. Ditargetkan, pekerjaan pengembangan bandara ini akan berlangsung selama 36 bulan atau tiga tahun. PT BIB merupakan perusahaan konsorsium yang dibentuk oleh tiga perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura I (Persero), Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Pers[1]ero) Tbk. Persentase kepemilikan saham perseroan di BIB sebesar 19%, lalu IIAC 30%, dan AP I sebesar 51%. Sekretari Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya menjelaskan bahwa investasi WIKA di Bandara Hang Nadim Batam memiliki masa pengelolaan selama 25 tahun yang akan menghasilkan internal rate of return (IRR) sebesar 11,52%. Dari hasil pengujian atas proyeksi keuangan yang dilakukan selama 25 tahun, tingkat Net Present Value (NPV) nilai arus kas pada discount rate 11,18% menunjukkan nilai NPV yang positif sebesar Rp 681 miliar. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :