Penjualan N219 Awal Kebangkitan PT DI
Untuk pertama kali, pesawat terbang N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diborong pihak swasta dalam negeri hingga 11 unit. Tidak ketinggalan, Kemenhan juga berencana membeli 10 unit. Bahkan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tengah mengkaji pembelian N219 hingga 100 unit bagi pemda. PT DI menandatangani kontrak jual beli 11 pesawat N219 dengan PT Karya Logistik Indotama (PT KLI) di sela ajang Indo Defence 2022, Kamis (3/11). Penandatanganan kontrak pembelian pesawat yang terbang perdana 10 November 2017 itu disaksikan Menhan Prabowo Subianto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
Sebanyak 11 unit N219 yang dipesan PT KLI merupakan pesawat dengan konfigurasi angkut penumpang yang dapat mengangkut hingga 19 penumpang. Total nilai kontrak pembelian ke-11 unit N219 tersebut 80,5 juta dollar AS atau Rp 1,3 triliun. Menurut rencana, unit pertama N219 akan diserahkan oleh PT DI kepada PT KLI pada 28 bulan setelah kontrak berlaku efektif. Kemudian, unit kedua sampai dengan unit ke-11 akan diserahkan secara bertahap pada setiap empat bulan berikutnya. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan, Kemenhan akan membeli N219 sebanyak 10 unit, untuk mendukung konektivitas dengan daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Dirut PT DI Gita Amperiawan mengatakan, penjualan 11 unit N219 ini merupakan yang pertama kali pesawat tersebut terjual untuk tujuan komersial. Sebab, 90 % produk PT DI dibeli militer. (Yoga)
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023