Membidik Pasar Baru demi Menjaga Surplus
Pemerintah membidik sejumlah pasar ekspor non-tradisional demi menggenjot perdagangan internasional. Hal ini dilakukan setelah sejumlah negara tujuan ekspor utama, seperti AS dan negara-negara di Eropa, menghadapi tekanan perekonomian. Kondisi ini menyebabkan permintaan global dan harga komoditas melemah. "Kondisi tidak mudah, semua bilang akan ada resesi. Karena itu, perlu ada terobosan dalam meningkatkan ekspor, termasuk ke pasar-pasar non-tradisional," ujar Mendag Zulkifli Hasan dalam perhelatan Trade Expo Indonesia 2022, kemarin. Sejumlah ekonom mengatakan sinyal resesi terlihat dari surplus perdagangan Indonesia yang mulai menyempit. BPS mengumumkan surplus perdagangan Indonesia September 2022 sebesar US$ 4,99 miliar, lebih rendah dari surplus perdagangan Agustus 2022 yang mencapai US$ 5,71 miliar. Nilai ekspor ataupun impor bulan lalu masing-masing US$ 24,8 miliar dan US$ 19,81 miliar.
Pasar non-tradisional yang bisa dipenetrasi, menurut Zulkifli antara lain negara-negara di Asia Selatan, seperti India, Bangladesh, dan Pakistan. Selain itu, negara-negara di Afrika yang memiliki banyak penduduk dinilai potensial. Selain mengincar wilayah Asia Selatan dan Afrika, pria yang akrab disapa Zulhas itu bakal mengunjungi Timur Tengah, Eropa, Amerika Latin, Vietnam, hingga Thailand dengan misi yang sama. Dalam sepekan terakhir, Kemendag menggelar Trade Expo Indonesia 2022 secara luring untuk menjaring konsumen produk ekspor Indonesia dari sejumlah negara. Dihelat sejak 19 Oktober hingga kemarin, kegiatan tersebut diklaim mencatatkan total transaksi sebesar US$ 2,94 miliar. Namun angka itu masih jauh di bawah target Zulhas, di US$ 10 miliar. Agar target itu bisa tercapai, Mendag mengandalkan kegiatan daring yang masih akan berlangsung hingga 19 Desember mendatang. "Transaksi sebesar US$ 2,94 miliar buat kami adalah angka yang besar, tapi kami mengharapkan lebih besar dari ini. Nilai transaksi masih akan bertambah sampai 19 Desember," ujar dia. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023