;

Makin Membaik Bisnis Kendaraan Listrik

22 Oct 2022 Tempo
Makin Membaik Bisnis Kendaraan Listrik

Menperin Agus Gumiwang menyebutkan iklim manufaktur penyedia kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) makin membaik. Saat ini Kemenperin mendata ada 4 produsen bus listrik, 3 produsen mobil listrik, serta 35 perusahaan penyedia EV roda dua dan roda tiga. “Total investasinya mencapai Rp 1,87 triliun,” tutur dia dalam diskusi hari ketiga Tempo Energy Day, Kamis, 20 Oktober 2022. Angka itu mewakili kapasitas produksi tahunan EV, meliputi 2.480 bus listrik, 14 ribu mobil listrik, dan 1,04 juta unit EV roda dua dan tiga. Hingga saat ini, pengembangan insentif fiskal dan nonfiskal untuk ekosistem EV berbasis baterai disokong oleh regulasi turunan Perpres No 55 Tahun 2019. Sebagai contoh, produsen produk otomotif bertenaga setrum pun bisa mendapat pelonggaran tarif PPnBM serta bea masuk lewat Permen No 74 Tahun 2021. Ada juga Permenperin No 36 Tahun 2021 yang mengatur aspek teknis produk kendaraan emisi rendah (low-carbon emission vehicle/LCEV)

“Kebijakan terbarunya adalah Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 yang mengatur penggunaan kendaraan listrik untuk dinas perorangan,” ucap Agus. Pelaksana tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN Kemenkeu, Wahyu Utomo, menyebutkan beberapa insentif fiskal, seperti PPnBM dan bea masuk, bisa menekan harga pasaran mobil EV. Menurut dia, insentif EV mencapai 36 % harga pokok mobil dan sekitar 25 % harga jualnya. “Misalnya, mobil merek Hyundai seharga Rp 700-900 juta, insentifnya sudah sekitar Rp 200 juta.” Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, justru menilai konsumen masih akan sulit memperoleh EV yang murah pada tahap awal transisi kendaraan listrik. Pemerintah pun disarankan memperhatikan desain kendaraan listrik bagi masyarakat Indonesia yang lebih menyukai mobil dengan ruang muat banyak atau multi-purpose vehicle (MPV). (Yoga)

Tags :
#Listrik #Mobil
Download Aplikasi Labirin :