Angkat Beban Berat PLN, Spin Off PLTU Dikebut
Riuh penjualan pembangkit listrik berbahan bakar batubara (PLTU) PLN ke PT Bukit Asam Tbk (PTBA) belum berhenti. Padahal, itu cuma secuil dari target pemerintah: memensiunkan dini
(early retirement)
PLTU milik PLN. Upaya ini dilakukan demi mengejar target nol emisi karbon (net zero emission) pada 2060.
Pemerintah akan mengistirahatkan PLTU dengan total kapasitas 6.700 Megawatt (MW). Ini setara 36% terhadap total kapasitas pembangkit batubara PLN yang mencapai 18.616 MW (mengacu data 2020). PLN tentu saja tak bisa sendirian menggotong ambisi ini. Penggalangan dana melalui skema energy transition mechanism (ETM) dilakukan.
Asia Development Bank turut menyokong skema ETM. Skema ini berpotensi mendatangkan pembiayaan hingga US$ 1.000 triliun. Informasi yang didapat KONTAN, dalam perhelatan KTT G20 nanti, ada potensi Indonesia mendapatkan dana US$ 4 miliar.
Perjanjian
Principal Framework Agreement
dengan PTBA untuk mengalihkan PLTU Pelabuhan Ratu hanyalah satu di antara rencana
spin off
PLTU PLN. Nilai transaksi pembangkit berkapasitas 3x350 MW itu mencapai US$ 800 juta atau setara Rp 12,40 triliun (kurs Rp 15.500 per dolar AS).
Tags :
#PLNPostingan Terkait
BRI Cetak Laba Rp 15,5 T di Kuartal I-2026
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Pemanfaatan Panas Bumi Indonesia
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023