;

Menjaga Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah

Lingkungan Hidup Yoga 04 Sep 2022 Kompas
Menjaga Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah

Setelah minyak goreng dan bahan pangan lain, kini masyarakat mengeluhkan harga telur ayam ras yang mulai merangkak naik sejak pertengahan Agustus lalu. Kenaikan harga tertinggi mencapai Rp 4.000-Rp 5.000 per kg (Kompas, 24 Agustus 2022). Menghadapi situasi itu, warga harus mengatur strategi agar kebutuhan pangan harian tetap tercukupi. Hasil jajak pendapat Kompas akhir Agustus lalu merekam, sepertiga responden memilih untuk melakukan realokasi anggaran belanja rutin mereka. Pengeluaran untuk non-makanan dikurangi guna menambah anggaran kebutuhan makanan.

Jajak pendapat menemukan lebih dari separuh responden bertahan dengan menghadirkan bahan pangan dari rumah. Mereka memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk bercocok tanam bahan pangan. Separuh dari mereka memilih menanam sayuran seperti bayam, kangkung, hingga tomat. Seperempat responden menanam rempah dan aneka bumbu dapur, seperti serai, jahe, cabai, dan daun bawang. Bahkan, dua dari 10 responden lainnya menanam tanaman jenis umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat. Sebanyak 3,3 % responden yang memiliki cukup lahan menanam padi di sekitar rumah mereka. Buah-buahan pun diupayakan oleh 2,5 % responden.

Praktik itu dilakukan responden dari Sabang hingga Merauke. Mayoritas (79,9 %) dilakukan responden dengan kelompok ekonomi bawah dan menengah bawah. Lebih dari separuh responden yang menanam bahan pangan dari rumah memanfaatkan tanah kosong di sekitar rumah mereka untuk bertanam. Separuh responden lainnya menggunakan polybag, pot, hingga metode hidroponik untuk menanam bahan pangan karena lahan kosong terbatas. Sejumlah penelitian menunjukkan menanam bahan makanan dari rumah tak hanya mampu menjaga ketahanan pangan dalam skala kecil seperti rumah tangga, tetapi juga menghemat pengeluaran keluarga. (Yoga)


Tags :
#Pangan
Download Aplikasi Labirin :