;

KCF-APEKSI Produk Lokal Butuh Dukungan Penetrasi Pasar

03 Sep 2022 Kompas (H)
KCF-APEKSI
Produk Lokal Butuh
Dukungan Penetrasi Pasar

Sejumlah produk unggulan daerah hasil UMKM memerlukan perluasan pasar agar lebih berdaya saing. Pemasaran melalui pameran dan pendaftaran produk local melalui e-katalog yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP dapat menjadi alternative perluasan penetrasi  pasar bagi produk lokal. Upaya bangkit setelah pandemic Covid 19 itu, misalnya,  geliat UMKM di Kota Batu, Jatim, yang menghasilkan tas wisata dari anyaman plastik. Pesanan produk lokal unggulan Kota Batu itu berangsur normal. Pesanan tas label Raci tersebut sudah penuh hingga Oktober.

Ima Fita Furi(33), perajin tas wisata Raci, Selasa (30/8) mengatakan, dirinya baru pulang dari pameran di Manado, Sulut, dan bulan depan akan berpameran ditempat lain. Melalui pameran, Ima bisa membagikan kartu nama kepada pengunjung. Saat ada yang tertarik, mereka bisa memesan produk di kemudian hari. Tas wisata anyaman plastic tersebut juga rutin dikirim ke Hong Kong. Sekali kirim ke Hong Kong, Ima bisa mengirim ratusan tas aneka model. Produksi tas bisa lebih dari 3.000 buah per bulan. Harga jualnya berkisar Rp 35.000 hingga ratusan ribu rupiah per buah.

Pengembangan produk lokal  UMKM juga bisa menjadi pintu masuk kebangkitan ekonomi pascapandemi dan mencegah resesi. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap, upaya pulih dari pandemi dilakukan bekerja sama dengan banyak pihak. Di Jambi, selain melalui pameran dan festival, pemerintah kota juga mengupayakan penetrasi pasar bagi produk lokal dengan mendaftarkannya ke dalam e-katalog. ”Implementasi kebijakan ini terus kami perkuat supaya makin banyak lagi UMKM Kota Jambi yang terdaftar dalam program LKPP,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Hingga saat ini sudah ada 237 produk yang masuk dalam e-katalog lokal di Jambi. (Yoga)


Tags :
Download Aplikasi Labirin :