;

John Kerry: Kedaulatan Energi Terletak di Energi Baru Terbarukan

02 Sep 2022 Kompas (H)
John Kerry: Kedaulatan Energi
Terletak di Energi Baru Terbarukan

Panel Lintas Pemerintahan untuk Urusan Perubahan Iklim pada laporan per Februari 2022 menyebutkan, agregasi pengurangan emisi dari kontribusi yang ditetapkan oleh setiap negara saat ini hingga 2030 tak akan mampu membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius dari masa sebelum Revolusi Industri pada abad ke-19. Angka yang lebih realistis ialah membatasi kurang dari 2 derajat celsius. Ini pun hanya bisa tercapai jika upaya pengurangan dilakukan lebih progresif dan masif. Emisi gas rumah kaca, penyebab pemanasan global, terutama berasal dari ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ke-26 Urusan Iklim (COP 26) di Skotlandia tahun lalu, dunia menyepakati, pada 2050, Bumi harus tidak lagi menghasilkan emisi sama sekali. Caranya, beralih ke energi baru terbarukan (EBT). Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Iklim John Kerry, menlu AS periode 2013-2017, Kamis (1/9) di Nusa Dua, Bali, berkata, Eropa terpaksa untuk sementara memperpanjang pemakaian energi fosil, terutama batubara. Akan tetapi, hal itu tidak untuk jangka waktu lama, hanya demi memenuhi kebutuhan mendesak sekarang. Setelah krisis keamanan ini berakhir, kita semua tetap harus mengejar target dekarbonisasi. Nanti Eropa, AS, dan negara-negara maju lain harus bekerja berkali-kali lipat guna memenuhi komitmen pada 2030 tersebut.

Krisis energi ini menunjukkan kepada kita betapa ketergantungan terhadap energi fosil sama sekali tak menguntungkan siapa pun. Begitu energi fosil tidak bisa diekspor atau terkendala sedikit saja, kita semua lumpuh dan harga komoditas meroket. Kedaulatan energi suatu negara hanya bisa dicapai melalui EBT. Saya sekarang berada di Bali, menikmati sinar matahari yang cerah. Ini adalah sumber energi yang masif dan gratis. Kenapa tidak bisa dimanfaatkan? Apabila alasannya adalah biaya yang mahal, sejatinya menunda peralihan energy akan memakan biaya jauh lebih banyak dibandingkan dengan melakukan investasi sekarang.

Dari sisi komitmen, pemerintahan Presiden Jokowi sudah baik. Ada berbagai kerja sama dengan negara-negara lain untuk mewujudkan Indonesia nirkarbon yang diturunkan dalam misi untuk pulih dari pandemi Covid-19. Selama empat tahun terakhir, ada perkembangan pengurangan deforestasi di Indonesia. AS dengan senang hati menawarkan pendanaan, teknologi, serta peningkatan kapasitas bersama untuk dekarbonisasi. (Yoga)


Tags :
#
Download Aplikasi Labirin :