Pangan Berbasis Impor: RI Perlu Waspada Gejolak Harga
Indonesia diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gejolak harga pangan berbasis impor menyusul belum pulihnya rantai pasok global. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, harga-harga komoditas pangan yang harus diimpor tetap perlu diwaspadai dalam beberapa waktu mendatang. “Trennya memang cenderung turun, tapi ketidakpastiannya masih tinggi, dan levelnya masih tinggi ini perlu diwaspadai, nanti dampaknya kepada harga-harga dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (1/9). Selama ini, menurutnya, produksi pangan menyumbang inflasi memasuki masa panen pada Agustus 2022, terutama di Nganjuk, Probolinggo, dan Demak khusus komoditas bawang merah, serta Kediri dan Blitar untuk cabai. “Jadi beberapa sentra produksi yang kemarin sempat terganggu suplainya ini sudah panen. Ini juga akan berpengaruh pada inflasi dalam negeri,” ungkap Margo. Guru Besar IPB University Bayu Krisnamurthi mengungkapkan bahwa yang perlu diperhatikan soal pangan, bukan saat ini, tetapi untuk tahun depan. Berdasarkan iklim Indonesia, dia memproyeksikan tahun depan akan dilanda El Nino. Artinya, Indonesia akan menghadapi kekeringan yang berpengaruh terhadap proses penanaman.
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023