;

KENDARAAN LISTRIK Komponen Lokal Menjadi Tantangan Pengembangan

26 Aug 2022 Kompas
KENDARAAN LISTRIK
Komponen Lokal Menjadi Tantangan Pengembangan

Percepatan pemakaian kendaraan listrik di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan di tengah kebutuhan bahan bakar minyak yang semakin tinggi dan mahal. Oleh karena itu, konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke tenaga listrik harus terus didorong. Tantangannya terletak pada pemenuhan tingkat kandungan dalam negeri. Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, dalam upaya mengurangi emisi, pemerintah menargetkan pengadaan sepeda motor listrik sebesar 2,1 juta unit pada tahun 2025. DEN sebetulnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi agar produsen sepeda motor berbasis BBM saat ini membuat peta jalan.

”Mereka seharusnya sudah mulai memproduksi motor listrik. Target kita tahun ini 100.000 unit, tetapi sekarang baru mencapai 20.000 unit. Kita harus mempercepat ini dan (seharusnya) sudah mulai menghentikan produksi motor yang menggunakan BBM,” kata Djoko dalam acara ”Pemanfaatan Motor Listrik dan Peningkatan Kemampuan Produksi Motor Listrik Nasional” di Kawasan Industri Branta Mulia, Desa Tarikolot, Citeureup, Bogor, Jabar, Kamis (25/8). Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi BRIN Cuk Supriyadi mengaku optimistis dengan keberhasilan sosialisasi, terutama keunggulan kendaraan listrik, target 100.000 unit akan tercapai. BRIN lebih menekankan tingkat kandungan dalam negeri(TKDN) kendaraan listrik. Tahun 2019-2023, syarat minimal TKDN kendaraan roda 2 mencapai 40 %. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :