;

Terang Kemerdekaan Energi di Pelosok Bolaang Mongondow

16 Aug 2022 Kompas
Terang Kemerdekaan
Energi di Pelosok
Bolaang Mongondow

Impian Marham Dandong (36) terwujud pada permulaan 2022. Bermodalkan uang hasil berkebun, warga Dusun I, Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, membuka toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari, mulai dari gula sampai detergen. Tokonya kerap menjadi tujuan warga yang ingin melepaskan dahaga dengan segarnya aneka minuman dingin yang tersedia dalam sebuah kulkas satu pintu berwarna merah di pojok toko. ”Dulu belum bisa pakai (kulkas), sekarang, sudah ada setrum PLN,” kata Marham, Sabtu (16/7) sambal menunjukkan isi kulkasnya. Marham juga berjualan nasi kuning buatan istrinya. Mereka menggunakan penanak nasi elektrik sehingga proses memasak lebih cepat. Kulkas dan penanak nasi bukanlah barang elektronik termutakhir masa kini. Namun, mayoritas warga Mengkang baru memilikinya menjelang akhir 2018, saat listrik PLN mulai masuk.

Kebutuhan listrikn Desa Mengkang kini bertumpu pada sistem pembangkit Sulut dan Gorontalo (Sulutgo) PLN yang berkapasitas 620 megawatt (MW). Energi yang dihasilkan, kata Marham, sangat kuat dan stabil, tak seperti kincir air yang sejak 2006 menjadi satu-satunya pemasok listrik bagi warga desa. Pada kurun 2012-2018, rangkaian PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) di sana membuat Mengkang hujan penghargaan dari pemerintah pusat, salah satunya Desa Mandiri Energi, yang merupakan apresiasi atas kemampuan desa memanfaatkan sumber energy baru terbarukan (EBT) yang disediakan alam. Sangadi (Kades) Mengkang periode 2007-2018, Marsidi Kadengkang (65), juga dinobatkan sebagai Kader Konservasi Nasional pada 2012, lalu dianugerahi Kalpataru kategori Perintis Lingkungan pada 2019.

Jaringan PLN yang masuk akhir 2018 dalam rangka percepatan program Listrik Perdesaan membawa harapan baru bagi warga. Lam Makalalag (56), Sangadi Mengkang saat ini berkata, negara memperhatikan kemerdekaan energi Desa Mengkang yang hanya dihuni 57 keluarga atau 187 jiwa. Tak kurang dari Rp 2,53 miliar digelontorkan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulut PT PLN membuat jaringan 5,99 kilometer sirkuit (kms) di Desa Mengkang, termasuk instalasi di 73 rumah. Kepala UP2K Sulut PT PLN R Cahyo Gunadi mengakui, secara hitung-hitungan bisnis, sebenarnya rugi besar. Namun pengorbanan finansial PT PLN dalam program Listrik Perdesaan sebenarnya menciptakan keuntungan pada aspek yang tak bisa dinilai dengan uang, yaitu keadilan pembangunan bagi perdesaan, Akhirnya, kemerdekaan energi dalam rengkuhan Desa Mengkang. (Yoga)


Tags :
#Listrik
Download Aplikasi Labirin :